Demonologi Islam Salah Satu Bentuk Invasi Pemikiran Barat Terhadap Kaum Muslimin (2)

KotaSantri.com : Beberapa strategi Barat dalam upayanya untuk melakukan demonisasi terhadap Islam dan kaum muslimin diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mitos The Green Menace. Istilah ini muncul setelah runtuhnya The Red Menace(Komunisme Soviet), atau disebut juga the next enemy. Hal ini disebabkan karena faktor-faktor :
a) Dendam historis pasca perang Salib (the crussade).
b) Salah faham Barat akibat studi orientalisme masa lalu. 

Akibat kondisi ini maka Barat melakukan :

a) Memerangi, memaksa & menekan sebagian negara muslim yang dianggap sebagai ancaman.

b) Membiarkan negara-negara muslim saat diserang oleh pihak lain (kasus Bosnia, FIS, Rafah, Palestina, Kashmir, Rohingya, Pattani, Moro, dan lain-lain).

c) Menerapkan double standard seperti dalam istilah Islam ekstrem, Islam fundamentalis, bom Islam, bahaya hijau, terorisme Islam, dan lain-lain. Membiarkan ratusan ribu muslim Bosnia yang 'disembelih' habis-habisan oleh Kristen Ortodox; tapi segera mengirim pasukan Australia dibalik bendera PBB untuk membantu kaum Katholik yang 'merengek-rengek' di Tim-tim.

d) Menciptakan ketergantungan dunia Islam untuk tunduk pada Barat dengan memaksakan foreign aid melalui IMF, WB, IGGI, dan sebagainya.

e) Mengadu domba antar negara Islam (kasus Iran-Iraq, Iraq-Kuwait, Mesir-Sudan, Taliban-Iran, Saudi-Qatar); atau menyulut konflik internal (RI-Aceh, RI-Papua, Sudan-Sudan Selatan, Turki-Kurdi, Iraq-Kurdi, berbagai konflik dalam negeri di Afrika).

f) Mengeliminasi kekuatan Islam, dengan mencegah pembuatan senjata pemusnah nuklir di negara Islam dan sebaliknya membantu mempersenjatai musuh Islam seperti Yahudi (Israel), Hindu (India), Kristen Protestan (AS, Perancis), Katholik (Inggris, Italia), Komunis (China, Korut). Satu-satunya negara yang berhasil mulai membangun senjata nuklir ialah Pakistan, yang segera diekspose besar-besaran dengan sebutan Islamic bomb.

g) Membasmi, membubarkan gerakan Islam dan mengeksekusi para tokohnya, seperti terhadap Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan sebagainya. Bahkan mendukung pemerintahan yang otoriter jika demokrasi ternyata memenangkan gerakan Islam, seperti dukungan AS terhadap Mubarak di Mesir, terhadap Junta militer di Turki, Tunis & Aljazair, terhadap para Emir di Tim-Teng, dan sebagainya.

2. Penguasaan Yahudi atas Media Massa (Lihat Protocols of Zions ke-XII).

a) Kantor berita terbesar seperti Reuter (oleh Julius Paul Reuter Yahudi Jerman), Associated Press (AP) & United Press Int'l (UPI).

b) Media massa terbesar seperti Times & Newsweek (milik milyarder Robert Murdoch, Yahudi AS).

c) Jaringan TV internasional seperti ABC, CBS, NBS, CNN, dan lain-lain.

d) Perusahaan film raksasa seperti 20-th Century Fox, Warner & Bross, Paramount, Golden Co, dan lain-lain.

3. Menerapkan istilah Fundamentalisme Islam (al-Ushuliyyah al-Islamiyyah) pada kelompok-kelompok yang berusaha kembali memurnikan ajaran Islam, sebaliknya memberi label Islam moderat pada kelompok yang berusaha menyesuaikan Islam dengan Barat. Padahal istilah ini asalnya diterapkan pada kelompok Protestan AS yang menolak semua temuan sains modern yang tidak sesuai dengan Perjanjian Lama & Baru, disebut juga puritanisme gereja.

4. Pemutarbalikan istilah Terorisme Islam. Ketika seorang mujahid HAMAS yang meledakkan dirinya (untuk membela negerinya yang dijajah) ditengah kerumunan orang Yahudi dan menewaskan beberapa orang Yahudi, maka dikatakan sebagai terorisme. Sedangkan pembantaian ratusan orang tak berdosa di mesjid saat shalat Shubuh, pembunuhan anak-anak kecil Intifadhah, pem-buldoser-an rumah-rumah orang tak berdosa tidak dikatakan sebagai terorisme Yahudi. Ketika terjadi peledakan gedung WTC di New York, yang segera dituduh adalah fundamentalisme Islam, walau akhirnya terbukti yang meledakkan adalah Timothy Mc Veigh dari Branch Davidian AS, tapi dunia sudah keburu mencap Islam.

5. Label bom Islam. Ketika AS mati-matian mencegah negara-negara muslim di Asia Tengah memiliki bom nuklir, Pakistan ternyata berhasil mencuri rahasia pembuatannya (oleh DR. Abdul Qadir Khan, MA lulusan Technical University of Delft dan Catholic University of Leuven), maka segeralah majalah Times memasang covernya "The Islamic Bomb", dan AS berusaha memaksa Pakistan melaksanakan NPT, sementara disisi lain malah membantu Israel & India menyempurnakan sistem nuklirnya (tanpa menyebutnya sebagai The Jewish Bomb atau The Hindus Bomb). (Nabiel fuad Al-Musawa)

*) Serial INVASI-PEMIKIRAN : Demonologi Islam (II)

Post a Comment

© terjeru.co. All rights reserved. Premium By Raushan Design